Selasa, 10 Juni 2014

KARBOHIDRAT - POLISAKARIDA

Polisakarida adalah senyawa dimana molekul-molekulnya mengandung banyak satuan monosakarida yang dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi dan tidak larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa).
Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C ke -1 molekul monosakarida dengan yang lain.
Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akandihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.

Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk penyimpan bagi monosakarida dan yang lainnya berfungsi sebagai unsur struktural di dalam dinding sel dan jaringan pengikat.Glikogen dan pati merupakan polisakarida simpanan yang terdapat pada tumbuhan dan manusia sedangkan selulosa merupakan polisakarida strukural yang berfungsi sebagai tulang semu bagi tumbuhan. Pati dan glikogen  dihidrolisa di dalam saluran pencernaan oleh amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Namun, selulosa mempunyai peran penting bagi manusia karena merupakan sumber serat dalam makanan manusia.

Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.Berikut ini adalah uraian tentang polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.

1.    Polisakarida Simpanan
a.    Pati
Pati adalah polisakarida simpanan dalam tumbuhan.Monomer-monomer glukosa penyusunnya dihubungkan dengan ikatan α 1-4.Bentuk pati yang paling sederhana adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus.Sedangkan bentuk pati yang lebih kompleks adalah amilopektin yang merupakan polimer bercabang dengan ikatan α 1-6 pada titik percabangan.
b.    Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan.Struktur glikogen mirip dengan amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan.Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen pada sel hati dan sel otot. Glikogen dalam sel akan dihidrolisis bila terjadi peningkatan permintaan gula dalam tubuh. Hanya saja, energi yang dihasilkan tidak seberapa sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi dalam jangka lama.
c.    Dekstran
Dekstran adalah polisakarida pada bakteri dan khamir yang terdiri atas poli-D-hlukosa rantai α 1-6, yang memiliki cabang α 1-3 dan beberapa memiliki cabnga α 1-2 atau α 1-4. Plak di permukaan gigi yang disebabkan oleh bakteri diketahui kayak akan dekstran. Dekstran juga telah diproduksi secara kimia menghasilkan dekstran sintetis.

2.    Polisakarida Struktural
a.    Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding seltumbuhan.Selulosa adalah senyawa paling berlimpah di bumi, yaitu diproduksi hampir 100 miliar ton per tahun.Ikatan glikosidik selulosa berbeda dengan pati yaitu monomer selulosa seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.
b.    Kitin
Kitin adalah karbohidrat penyusun eksoskeletonartropoda (serangga, laba-laba, krustase). Kitin terdiri atas monomer glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin murni menyerupai kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan pada dinding sel cendawan. Kitin telah digunakan untuk membuat benang operasi yang kuat dan fleksibel dan akan terurai setelah luka atau sayatan sembuh.

Polisakarida Terpenting
Polisakarida merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa. Berikut beberapa polisakarida terpenting:
1.            Selulosa
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel pelindung seperti batang, dahan, daun dari tumbuh-tumbuhan.
2.            Pati / Amilum
Pati terdapat dalam umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan.
3.            Glikogen
Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula.Glikogen serupa dengan amilopektin.


PERMASALAHAN :

Dikatakan pada artikel diatas bahwa pati dan glikogen dapat dihidrolisa di dalam saluran pencernaan tubuh manusia oleh amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Mengapa selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia. Bisakah saudara jelaskan kepada saya ?



8 komentar:

  1. Nama Elvi Yarni
    Nim: A1C112039

    Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.Dimana hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, sebab tidak ada enzim yang dapat mengurai selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi. Oleh karena itu, reaksi yang ditimbulkan oleh selulase saat mengurai selulosa adalah hidrolisis, maka selulase diklasifikasikan ke dalam jenis enzim hidrolase.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Elvi :)
      Sudah berkenan mengujungi blog saya & membantu menjawab permasalahan saya..

      Hapus
  2. shintmaaf saudara aprizal , saya hanya bisa menjawab setau saya aj
    selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa didalam tubuh . tetapi walaupun tidak dapat dicerna , selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari feses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Shintia :)
      Sudah berkenan mengujungi blog saya & membantu menjawab permasalahan saya..

      Hapus
  3. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudara jubaidi :)
      Sudah berkenan mengujungi blog saya & membantu menjawab permasalahan saya..

      Hapus
  4. Assalamualaikum…
    Baiklah saya akan menambah sedikit komentar yang sudah diberikan oleh tean-teman yang lain..
    Jadi benar seperti pada permasalahan diatas bahwa tubuh manusia tidak dapat mencerna selulosa karena didalam tubuh manusia tidak terdapat enzim selulase yang dihasilkan oleh mikroba (bakteri atau protozoa) tertentu yang akan dirombak menjadi asam lemak, dimana bakteri atau protozoa ini terdapat dalam rumen pada hewan seperti sapi. Akan tetapi, bakteri tersebut tidak tahan hidup di abomasum karena pH yang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati, namun dapat dicernakan untuk menjadi sumber protein bagi sapi, oleh karena itu hewan ini tidak membutuhkan asam amino esensial. Lain halnya dengan manusia yang membutuhkan asam amino esensial karena tubuh manusia tidak dapat merombak selulase menjadi protein, selulosa ini dalam tubuh manusia berfungsi sebagai serat tubuh untuk membantu peristaltic usus, selain itu selulosa ini juga berfungsi untuk mencegah penyakit kanker usus dalam tubuh manusia.
    Terimakasih…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari shinta :)
      Sudah berkenan mengujungi blog saya & membantu menjawab permasalahan saya..

      Hapus